Jam Layanan OPD

Senin - Kamis 07.00 - 15.00 WIB
Jumat 07.00 - 14.30 WIB

Webmail

Username

ex. abc@pasuruankab.go.id
Password

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan Lainnya

Top Download

Memberdayakan Penderita Kusta untuk berkarya dan diterima dimasyakarat.

Kamis, 22 Juni 2017 09:48:51 - oleh : hadi28
Memberdayakan Penderita Kusta untuk berkarya dan diterima dimasyakarat.

 

 

Memberdayakan Penderita Kusta untuk berkarya dan diterima dimasyakarat.

Oleh Agus Eko Iswahyudi, SKM, M.Si

Kabid P2P Dinkes Kab. Pasuruan.

 

Banyak kejadian penderita kusta datang ke fasilitas pelayanan kesehatan baik Rumah Sakit, Puskesmas, Pustu maupun Ponkesdes sudah dalam keadaan terlambat dan dalam keadaan cacat. Padahal, penyakit kusta sebenarnya dapat disembuhkan tanpa harus disertai kecacatan. Kuncinya adalah pengobatan secara tepat dan tuntas.

Kusta adalah penyakit yang disebabkan kuman mycobacterium lepra yang menyerang kulit dan saraf tepi. Penderita kusta yang tidak diobati berpotensi menularkan kepada orang lain dengan kontak erat dan dalam kurun waktu yang lama. Salah satu alasan penderita kusta tidak berobat karena stigma di masyarakat. Akhirnya, penderita kusta akan menyembunyikan diri dan tidak mau keluar rumah untuk berobat.

Upaya kita saat ini adalah penemuan dini kasus kusta, sebelum terjadi kecacatan. Karena jika sudah terjadi kecacatan, akan meninggalkan sequelle atau akibat sisa, sekalipun diobati dan sembuh, serta tidak menularkan. Tetapi sequelle itulah yang menimbulkan stigma, atau ketakutan masyarakat.

Dalam perjalanan program Pencegahan penyakit kusta di Kabupaten Pasuruan, sudah dilakukan sejak dahulu, masih adanya program P2M, penyakit kusta sudah menjadi primadona di Kabupaten Pasuruan yaitu dengan adanya panti Resos (Rehabilitasi sosial) di wilayah Kecamatan Grati. Sampai sekarang penyakit kusta masih menjadi masalah kesehatan di Kabupaten Pasuruan.

Kabupaten Pasuruan mempunyai 33 Puskesmas, salah satu Puskesmas yang inovatif dalam mengembangkan program Kusta sampai dengan Pemberdayaan Masyarakatnya adalah Puskesmas Grati.

Di Puskesmas Grati penyakit kusta merupakan penyakit yang bercitra negatif dan mendapat diskriminasi di masyarakat sehingga penderita kusta merasa malu tidak mau berobat dan tidak berdayaguna. Berdasarkan permasalahan yang ada Puskesmas Grati memunculkan inovasi SURYA MAS JELITA ( Sehat Untuk Berkarya Mandiri Bersama Kelompok Jelang Eliminasi Kusta). Di dalam  SURYA MAS JELITA pendekatan strategi yang dilakukan bisa diterima dan membuat semua pihak ikut merasa memiliki dan ikut bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan eliminasi kusta.

Pendekatan personal yang manusiawi, adanya komitmen bersama dan kesungguhan semua pihak untuk keberhasilan pelaksanaan program,  kesembuhan pasien dan pemberdayaan yang  efektif membuat SURYA MAS JELITA memberikan hasil yang memuaskan sampai detik ini.

Sebelum inovasi SURYA MAS JELITA, penemuan kasus kusta  baru tahun 2008 sejumlah 16 orang namun setelah adanya SURYA MAS JELITA terjadi peningkatan jumlah penemuan  kasus kusta baru mulai tahun 2009-2016 sejumlah 298 orang. Salah satu bukti keberhasilan dari 76 orang yang pernah mendapatkan pembinaan di program inovasi ini hingga saat ini dari 50 orang yang sudah sembuh, 30 orang yang sudah bisa berkarya dan mempunyai penghasilan, sisanya masih dalam perawatan dan pembinaan. dan 12 orang ( 3 terlatih) diantara mereka bersedia menjadi kader kusta

            Program SURYA MAS JELITA ternyata juga menarik perhatian dari seluruh elemen termasuk dari perusahaan swasta sehingga semakin bisa memberikan manfaat pada penderita kusta agar menjadi pribadi yang mandiri dan lebih bermartabat. Kerjasama yang solid dari semua pihak, dukungan dana yang cukup, evaluasi yang berkelanjutan, semangat yang tidak pernah padam sehingga menjadikan SURYA MAS JELITA membuahkan hasil yang menggembirakan.

Informasi "Artikel Kesehatan" Lainnya