Jam Layanan OPD

Senin - Kamis 07.00 - 15.00 WIB
Jumat 07.00 - 14.30 WIB

Webmail

Username

ex. abc@pasuruankab.go.id
Password

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan Lainnya

Top Download

DETEKSI DINI HIV AIDS PADA IBU HAMIL

Rabu, 27 September 2017 08:27:10 - oleh : hadi28
DETEKSI DINI HIV AIDS PADA IBU HAMIL

DETEKSI DINI HIV AIDS PADA IBU HAMIL

Oleh : Agus Eko Iswahyudi, SKM, M.Si, Kabid P2P

 

Tes HIV sebaiknya dilakukan oleh orang mencurigai dirinya tertular HIV tanpa harus menunggu kemunculan gejala-gejala HIV. Umumnya, virus HIV baru akan terdeteksi dalam tubuh empat minggu setelah terjadi pajanan terhadap virus ini. Tes ini sangat penting karena sebagian pengidap kadang tidak menyadari bahwa di tubuh mereka telah terserang virus HIV.

Memang HIV ataupun AIDS merupakan penyakit yang memiliki stigma negatif di masyarakat luas. Dua penyebab HIV yang umumnya diketahui masyarakat luas dikarenakan karena hubungan seksual  yang tidak aman ataupun pemakaian jarum suntik atau alat tajam lainnya yang tercemar HIV yang digunakan secara bergantian. Namun selain kedua hal tersebut, ternyata virus HIV juga dapat ditularkan melalui transfusi darah ataupun transmisi dari ibu hamil yang positif HIV pada bayi yang sedang dikandung.

Ada banyak hal yang perlu dilakukan ibu hamil untuk melindungi calon buah hati. Mulai dari makanan yang dikonsumsi, gaya hidup yang sehat hingga tes kesehatan yang memadai, termasuk tes HIV sekalipun. Sesuai dengan namanya, tes ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang, dalam hal ini adalah ibu hamil. Hal ini dapat diketahui dengan cara mendeteksi adanya antibodi HIV dalam sampel darah.

Perlu dipahami, bahwa setiap wanita hamil mempunyai risiko komplikasi dan berhak mendapatkan akses terhadap pelayanan asuhan kehamilan, persalinan, dan nifas yang berkualitas. Bahkan wanita yang masuk dalam kelompok dengan risiko rendah bisa saja mengalami komplikasi. Sehingga pelayanan antenatal sudah selayaknya dilaksanakan secara komprehensif, untuk memastikan bahwa kehamilan berlangsung normal, mampu mendeteksi dini masalah dan penyakit yang dialami ibu hamil, melakukan intervensi secara adekuat sehingga ibu hamil siap untuk menjalani persalinan normal.

       Salah satu upaya yang diharapkan dapat mendukung upaya tersebut, adalah dengan melaksanakan pemeriksaan kehamilan melalui Antenatal Terpadu Berkualitas yang merupakan penyempurnaan pelayanan ANC dengan menggunakan berbagai sumber daya yang tersedia di fasilitas pelayanan kesehatan dasar. Dengan pelayanan ANC terpadu tersebut, didorong agar pelayanan ANC lebih berkualitas dengan melengkapi pemeriksaan kehamilan oleh dokter umum, pemeriksaan gigi, pemeriksaan laboratorium, konseling serta pemberian asam folat.

       Pelayanan antenatal terpadu merupakan pelayanan antenatal komprehensif dan berkualitas yang diberikan kepada semua ibu hamil secara terpadu dengan program lain yang memerlukan intervensi selama kehamilannya. Adapun tujuannya antara lain :

  • Menyediakan layanan antenatal terpadu, komprehensif dan berkualitas, termasuk konseling kesehatan dan gizi ibu hamil, konseling KB dan pemberian ASI.
  • Menghilangkan " missed opportunity" pada ibu hamil dalam mendapatkan pelayanan antenatal terpadu, komprehensif dan berkualitas.
  • Mendeteksi secara dini kelainan / penyakit / gangguan yang diderita ibu hamil.
  • Melakukan intervensi terhadap kelainan / penyakit / gangguan pada ibu hamil sedini mungkin.
  • Melakukan rujukan kasus ke fasilitas pelayanan kesehatan sesuai dengan sistem rujukan yang ada.

 

 

Layanan Konseling dan Tes HIV

Layanan konseling dan tes HIV dilakukan melalui pendekatan Provider Initiated Test and Counceling (PITC) dan Voluntary Counseling and Testing (VCT), yang merupakan komponen penting dalam upaya pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak. Cara untuk mengetahui status HIV seseorang
adalah melalui tes darah. Prosedur pelaksanaan tes darah didahului dengan konseling sebelum dan sesudah tes (counseling), menjaga kerahasiaan (confidensiality) serta adanya persetujuan tertulis (informed consent). Jika status HIV sudah diketahui, untuk ibu dengan status HIV positif dilakukan intervensi agar ibu tidak menularkan HIV kepada bayi yang dikandungnya. Untuk yang HIV negatif, mereka juga mendapat konseling tentang bagaimana menjaga perilakunya agar tetap berstatus HIV negatif. Layanan konseling dan tes HIV tersebut dijalankan di layanan HIV-AIDS, layanan Kesehatan Ibu dan Anak dan layanan Keluarga Berencana di tiap jenjang pelayanan kesehatan. Layanan konseling dan tes HIV akan sangat baik jika diintegrasikan dengan pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak dan layanan Keluarga Berencana

Berikut kami gambarkan alur PPIA pada ANC Terpadu pada Ibu Hamil untuk deteksi sedini mungkin penularan HIV AIDS baik pada ibu dan anaknya, sebagi berikut :

 

 

Upaya upaya yang dilakukan untuk penanggulangan HIV AIDS di Kabupaten Pasuruan, adalah :

1.     Pelaksanaan ANC terpadu berkualitas berupa  kegiatan  yang dilakukan terhadap ibu hamil dengan mengintegrasikan berbagai program yang terkait dengan kemungkinan yang akan dialami oleh seorang ibu dan berdampak pada keselamatan ibu dan bayinya, salah satunya adalah test HIV.

2.     Validasi data per puskesmas

Kasus HIV AIDS di Kabupaten Pasuruan harus mempunyai basis data yang akurat, guna mengetahui perkembangan kasus yang terjadi di wilayah Kabupaten Pasuruan, kegiatan validasi data dilakukan pada masing-masing puskesmas.

3.     Pemetaan sasaran Populasi Kunci ( prigen, Gempol ( Panti pijat),Bangil (LSL), Grati)

Sasaran penanggulangan  HIV AIDS sangat bervariatif, ini dimaksudkan agar upaya penanggulangan penyakit ini tepat sasaran dengan kegiatan yang tepat juga.

4.     OJT IMS

On The Job Training (OJT) penyakit Menular Seksual (IMS) dalam rangka diagnosa awal pada kunjungan pasien di Puskesmas bagi tenaga medis di Puskesmas.

5.     Pelatihan Kolaborasi HIV TB

Pelatihan untuk tenaga pengelola program TB dan HIV, guna menjaring penderita TB untuk tes HIV atau sebaliknya penderita HIV untuk mau pemeriksaan sputum TBC. Hal ini perlu kolaborasi antara program TB dan HIV.

6.     PPIA di RSUD Bangil.

Koordinasi upaya pencegahan penularan HIV dari Ibu ke Anak, dengan upaya yang komprehensif secara lintas sektor baik dengan RSUD bangil dan lintas program, guna deteksi dini penularan HIV.

 

Informasi "Artikel Kesehatan" Lainnya